Tampilkan postingan dengan label KARYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARYA. Tampilkan semua postingan

RUANG KELAS

03.04 0
Tidak kah kau lelah ketika membuka mata yang lebar untuk datang ke gedung kuno yang membosankan. Mendengar ceramahan para ahli filsafat yang terus terusan mempengaruhimu untuk menjadi boneka yang ingin dibawa jalan kesana-kemari.  Waktumu terbuang sia-sia ketika melihat tingkah makhluk  membosankan yang bertingkah seolah dia seperti actor film Hollywod yang terkenal.

Sadarlah saudaraku, Hidup ini untuk berkreasi mengubah dunia menjadi inovasi yang berwarna untuk orang-orang disekelilingmu. Diruang yang gelap itu tempat mu belajar pengalaman indah yang pernah sejarawan alami di dunia. Bukan untuk bersenang-senang membuat orang ketawa terbahak-bahak seperti actor komedia di televisi negeri ini.

Bangkitlah!!

Dan ingat pesan kedua orang tuamu  dan buktikan kepada mereka, kamu mampu untuk membuat jiwanya bergetar dan memintamu untuk segera yang menghasilkan benih-benih emas dari hasil kesuksesanmu menimba ilmu. Buatlah dia menangis ketika melihat anak perempuan semata wayangnya sukses dengan tutup kepala segi lima di kepalanya

Ketika Muda dan Keindahan

02.00 0
Kecantikan itu milik masa muda, tetapi masa muda yang baginya ini diciptakan tiada lain hanyalah impian yang manisnya diperbudak oleh kebutaan yang menghambat datangnya kesadaran. Akankah datang datang hari ketika yang bijak akan menyatukan impian-impian manis masa musa dengan kebahagiaan pengetahuan.?
masing -masing tak ada artinya kalau sendiri-sendiri. akankah datang hari ketika alam menjadi guru bagi manusia, dan kemanusiaan menjadi buku bagi kkebaktiannya. dan kehidupan menjadi tempat menimba ilmunya setiap hari.?

Keinginan masa muda untuk berbahagia, untuk bergairah tanpa pertanggung jawaban yang berat, tiada bisa diperoleh sampai pengetahuan mengantarkan hadirnya fajar pagi.

banyak laki-laki dengan kepahitan empedu mengutuki hari-hari masa muda mereka yang sudah berlalu, banyak wanita mengutuk tahun -tahun hampa mereka dengan mekarahan menyela begaikan seekor singa betina yang kehilangan anak-anaknya. dan banyak pemuda dan pemudi memakai hati mereka hanya untuk menimbun kenangan-kenangan pahit di masa depan. melukai diri mereka dengan anak panah tajam dan beracun kerena mengucilkan diri dari kebahagiaan.

Usia tua adalah salju di bumi. usia itu melalui cahaya dan kebenaran, harus memberi kehangatan kepada benih-benih pemuda yang tertanam dibawahnya. melindunginya serta memenuhi tujuan hidup mereka hingga sampai nisan datang dan melengkapi kehidupan masa muda yang murni dan menyala dengan kesadaran baru.

kita berjalan terlalu lambat menuju kesadaran spiritual kita yang lebih tinggi, hanyalah pada tingkat yang seluas angkasa itulah terdapat pemahaman atas keindahan eksistensi melalui kisah dan cinta kita kepada keindahan.

                                                                                            ............. K . G.............


KAHLIL GIBRAN : Cinta dan Persamaan

00.40 0
Sahabat, Jika engkau mengerti bahwa kemiskinanlah yang selama ini mendermamu menanggung duka nestapa hingga engkau begitu menderita. maka kau patut berbangga dengan nasibmu itu, karena kemiskinan adalah bagian dari pelajaran hidup yang mengajarkan makna sebuah keadilan dan hidup.

aku bicara mengenai pengetahuan keadilan, karena orang kaya terlalu sibuk menumpuk emasnya dari pada mencari ilmu pengetahuan dan aku berbicara mengenai pemahaman kehidupan, karena orang kuat terlalu angkuh untuk duduk si atas singgasana kekuasaan dan kehormatan daripada menjaga jalan lurus kehidupan.

sahabatku yang miskin,berbahagialah kemudian, kerana engkau adalah mulut keadilan dan kitab kehidupan. Berbanggalah pada dirimu karena engkayu adalah sumber kebajikan bagi penguasamu dan pilar integritas bagi orang disekitarmu.

Kawanku yang menderita, kalau saja engkau dapat melihat bahwa kemalangan yang telah mengalahkan mu dalam kehidupan adalah kekuatan yang menerangi pelita hatimu dan membangkitkan gelora sukmamu dengan cemoohan menuju singgasana kemuliaan. maka engkau akan merasa puas dengan apa yang engkau miliki saat ini dan akan menganggap sebagai harta pusaka yang membuat dirimu menjadi bijak bestari.

kihidupan bagaikan penjara yang terbuat dari berbagai mata rantai. penderitaan bagaikan mata rantai diantara kepasrahan dan harapan masa depan yang dijanjikan. ini adalah rekah-rekah mentari di antara tidur dan kesadaran. 

engkau yang miskin, kemiskinan menyimpan kemuliaan jiwa dan kekayaan menyibakkan kejahatannya. Kesedihan melembutkan perasaan dan kebahagiaan menyembuhkan hati yang sengsara. sekiranya kesedihan dan kemiskinan itu dihapuskan, niscaya roh manusia tak lebih seperti buku catatan buram, tak ada yang tampak selain impuls egoisme dan keserakahan. 

ingatlah bahwa dalam diri manusia ada sifat ketuhanan. Ia tidak terbelit dengan emas perak, tidak terlacuri oleh keliaran seks, tidak pula bisa ditumpuk seperti kekayaan duniawi. orang kaya telah menyia-nyiakan sifat ketuhanannya. emas permata telah mereka jadikan sebagai tuhan, dan generasi muda sekarang telah pulamengabaikan sifat ketuhanannya demi mengejar ambisi dan kesenangan pribadi semata.

Kekasihku yang miskin, setiap detik-detik hari yang telah engkau habiskan bersama anak-istrimu saat kembali dari sawah, sungguh itulah sesuatu yang paling diharapkan oleh insan manusia. ia adalah lambang ketakutan. 

Air mata yang kau cucurkan, kawanku yang menderita adalah lebih suci daripada gelak tawa orang yang lupa daratan dan jauh lebih manis daripada makian pencela. Air matamu adalah pembersih hati yang dengki dan mengajarkan manusia untuk saling membagi derita saudaranya yang tengah dilanda patah hati. 

Kesedihan yang telah engkau pikul akan berubah di kemudia hari menjadi kebahagiaan atas kehendak tuhan. dan generasi esok akan terlahir kembali untuk belajar arti kesedihan dan kemiskinan. karena keduanya adalah guru cinta dan persamaan yang paling bijaksana.

KAHLIL GIBRAN : Penglihatan Asmara

23.56 0
Ditengah ladang, di dekat sungai yang jernih, aku melihat sebuah sangkar burung yang kayu dan engselnya dibuat dari tangan yang ahli. Di salah satu sudutnya berbaring seekor burung mati, dan di sudut yang lain terdapat dua buah wadah yang satu tidak terisi dan di sudut yang lain terdapat biji bijian. Aku berdiri disana, seakan-akan matinya burung dan gumam air sungai bernilai kesunyian. Dan rasa hormat – sesuatu yang cukup berharga utntuk diperiksa dan direnungkan oleh hati dan nurani.


Saat aku mengikat diriku sendiri dalam pandangan dan pikiran, aku menemukan bahwa makhluk malang itu telah mati kerena kelaparan di dekat aliran sungai dan kelaparan di tengah ladang yang subur. Ayunan kehidupan seperti seseorang yangkaya dan terkunci dalam kamar bertembok besi yang kokoh.

Di depan mataku aku melihat sangkar itu tiba-tiba beruabah menjadi kerangka manusia yang berlumur darah dari luka yang dalam yang terlihat seperti bibir seorang manusia sebuah suara datang dari luka itu “Aku adalah hati manusia, tawanan subtansi dan korban hukum duniawi. Dalam ladang keindahan tuhan, di ujung aliran kehidupan, aku dipenjarakan dalam sangkar yang di buat manusia. 

Di tengah kehidupan ciptaan, aku mati terabaikan karena aku dijauhkan dari menikmati kebebasan tuhan. Semua keindahan yang membangunkan cinta dan harapanku adalah aib bagi anggapan manusia, semua kebaikan yang ku inginkan sia-sia menurut penghakimannya. Aku adalah hati manusia yang tersesat, terpenjara dalam ruang bawah tanah yang kotor dengan peraturan manusia. Terikat rantai kekeuasaan duniawi, mati dan terlupakan oleh tawa umat manusia yang lidahnya terikat dan yang matanya menerawang kosong dan berkaca-kaca.

Semua kata-kata itu ku dengar dan aku melihat mereka muncul dengan aliran darah dari hati yang terluka. Ada lagi yang dikatakan, namun mata berkabut ku dan jiwa menangisku mencegah penglihatan dan pendengaranku.

                                                                                    ------ K. G-----  

KAHLIL GIBRAN : Kuasa Cinta Dalam Keadilan

08.38 0
Aku berdiri memandang. pijar pandanganku telah menyentuh mereka, pepohonan disebuah ladang bergerak tiba-tiba, meninggalkan tempat asalnya dan berbaris dalam batalion dengan ranting-rantingnya untuk berperang melawan Emir dan tentaranya. batang-batangnya menumbangkan dinding-dinding biara diatas kepala para rahib.

aku berdiri menatap, menatap manisnya rasa kasih dan pahitnya kedukaan yang tumpah keluar dari pusara-pusara yang baru. pusara seorang anak muda yang menembus hidupnya untuk melindungi kehormatan seorang gadis suci dan lemah danmenyelamatkannya dari cengkraman serigala yang kelaparan

mereka memenggal kepalanya sebagai tebusan sebuah keberanian. Gadis itu telah menyarungkan pedangnya di dalam pusara sebagai tanda yang menceritakan secara sederhana dibawah mentari tentang perjalanan takdir manusia di tanah yang bergelora ketidakadilan dan kebodohan berkuasa.


Setelah matahari tenggelam dalam senja, seakan-akan letih memperhatikan manusia dan segan menerima nasib yang menindas mereka. malam mulai menganyam sebuah tudung yang lembut dan benang-benang kegelapan dan keheningan. Kuangkat mataku kepuncak langit  dan ku bentangkan lenganku ke arah pusara-pusara dan simbol-simbol diatanya. Dengan suara yang keras aku menangis, "Ini pedangmu, oh... keberanian. ia tersarung kedalam tanah. Ini Bungamu, oh Cinta.... Api telah menghanguskannya.