Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Surat Bulan untuk Alam Semesta

20.53 0
Selamat pagi Bintang,

bagaimana kabar Bulan hari ini,?/
apakah masih bersinar seperti hari-hari sebelumnya.
semoga engkau masih tetap berada dilindungan tuhan.

Bulan, coba pikir apa kah yang kita lakukan ini sesuai dengan komitmen sebelumnya.
tekat untuk saling memperbaiki satu-sama lain.
bercita-cita untuk berjalan beriring dengan syariat islam

tapi apa yang sebenarnya terjadi.???
akhir2 ini aku yang kau anggap sebagai mengobat hati
seakan menjadi sosok yang sulit
muncul beberapa kebimbangan disaat kebersamaan kita berjalan triwulan pertama.

apakah ini akan berlanjut dan komitmen kembali dipertahankan.?/
ataukah sebuah keputusan baru akan terbentuk seiring rasa bimbang yang menghantui.
mungkin semuanya perlu diperbincangkan dengan hati yang bersih dan pikiran yang matang.
aku tidak ingin menjadi orang yang ketergantungan. ketergantungan untuk menunggu bunyi dering tponsel yang tak kunjung datang. mana sosok dahulu yang selalu terbangun sebelum suara kokok ayam berbunyi, mana sosok yang mandari yang mampu melakukan hal sendiri....
bagaimana caranya agar ada atau tidaknya dering ponsel itu, aku tetap bangun dan menjalankan syariat yang sudah menjadi kewajiban.

disisi yang lain, kehadiran bulan telah membangunkan tidur di waktu pagi ku,
ia bagaikan Malaikat kecil yang berkelana saat subuh
membuat waktu pagi menjadi lebih bermakna
sebuah hal yang sangat berguna dan bermanfaat.


tapi itu terus saja menjadi kebimbangan dan gejolah hati yang cukup kuat.
itu sebabnya beberapa hari pada minggu ini jarak kita sedikit menjauh bak daun yang perlahan runtuh dan gugur dari pepohonan lalu terbang dibawa angin.
tapi yang harus diingat, ini terasa kuat bukan karena sosok yang lain, tapi ini sudah mulai terasa satu bulan belakangan.
mungkin tanpa disadari kau juga telah merasakannya Bulan.

tolong, berikan aku jawaban atas kebimbangan ini..
apakah ini hasil dari beberapa harapan yang telah engkau tuliskan kepada Tuhan.
mungkin hanya engkau dan Tuhan yang memahaminya.

yang pasti apa yang telah engkau lakukan ini telah membuat beberapa pemikiran terdahulu luntur dan mengajarkan ku akan pentingnya menjaga komunikasi kepda orang lain.. tapi itu yang tidak bisa ku kirimkan padamu.. hanya sebuah kekecewaan dan Kekwatiran yang terus menerus melintas antara aku dan Kau.

Tetaplah Menjadi Orang yang kuat dan Menjadi Insan yang berguna bagi Orang Lain.
La Tahzan.... Jangan Bersedih...

Simpan Air Matamu untuk Mengirimkan Surat Kepada Tuhan.
sampaikan Salam ku untuk seluruh menghuni negeri yang tersebar di Alam Semesta dan Seisinya.
Semoga Tuhan senantiasa mengiringi setiap Langkahmu...

Buah Jatuh dan Tumbuh Menjadi Pohon Baru yang Subur

07.00 0
Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,?  Ibu ada perlu buat beli beras.". Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan.

..Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya yang masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis dalam 1 hari x 30 hari x 2 th = 36juta....!!!!.
Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, yang harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang....Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar??
Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh dan telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..

Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku ini juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu". Sambil berkaca-kaca, ada air bening di pelupuk mata ibu. Spontan ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian..



" 
Jadikan ladang pahala dg saling berbagi ke orang lain..
bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah  hak mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri...."
Created By ...... Cahaya Islam

MANFAAT PACARAN

04.02 0
Berbicara soal Pacaran tentu tidak asing ditelingan kalangan pemuda pemudi yang sedang dirajuk asmara. Terkadang kata “PACARAN” terdengar sedikit bersifat negatif APABILA dilakukan ditempat sespi, gelap dan berduaan. Tapi dari sifat negatifnya ternyata ada juga hal positif yang dapat diambil hikmah dari Berpacaran. Temukan jawabannya disini.

Manfaat Pacaran.
1.       Pacaran bukan hanya bersifat Negatif belaka, dari definisinya Pacaran dapat juga bersifat Positif apabila definisinya sebagai berikut :

P = Pelajari
A = Al-qur’an
C = Cintai
A = Allah
R = Rosulullah
A = Ajaran
N = Nabi

2.       Pacaran dapat menghilangkan rasa sepi yang berkecimpung, terkadang beberapa pemuda gelisah ketika banyaknya pikiran yang ada tidak dapat diungkapkan atau dibagikan kepada orang lain, hadirnya seorang Doi yang Spesial akan dapat menghibur rasa sepi yang ada.

3.       Pacaran dapat membuat nilai / indeks Prestasi meningkat. Pacaran dapat menjadi maknet yang positif apabila digunakan untuk  ajang pertaruhan nilai atau indeks prestasi dengan si Doi,  dengan ajang taruhan yang positif dapat meningkatkan niat belajar sehingga hasil yang maksimal akan mudah didapatkan.


Cerita dibalik Kelas Kuning (TKJ angkatan V)

09.42 0
KISAH 
PERSAHATAN DAN CINTA
 ANAG TKJ ANGKATAN V

Hari sabtu di SMK Negeri 1 Sambas, Muzi datang ke skolah dengan motor mio ny, kemudian wawan menyusul..
Sambil menuju ruang kelas mereka pun ngobrol sebentar
Wawan : zi serate be....!!!
Muzi    : (berhenti berjalan)
Wawan : oy kemane kalak malam ee... hahahah????
Muzi : biase lah,
Wawan : sebawi k...????, gile kau tog ee, kte sanen itok udah ujian oy.. belajar k itok nak k sebawi tolen... hahahah
Muzi : ap nye kau dah b wan wan..
Setibanya di KELAS ternyata muddin, dkk sudah lebih dulu datang..
Lalu mereka pun berdebat masalah bola yang kebetulan nanti malam akan ada pertandingan el-clasico antara real madrid dan barcalona.
Di sisi lain adet, dkk sedang melihat model fashion soffy yang di bawa susan,, suwanto dkk pun tak kalah hebohnya berdebat masalah software komputer dll...
 , Tak lama kemudian lonceng pun berbunyi......ting ting ting ting ting. Dan buk effi pun masuk ke kelas..
Dan wawan dan muddin pun berbisik sejenak..
Wawan : din pasti buk effi nak ngomong gtok “good morning klas how are you today...?”
Muddin : aok batol ny mu ee.. mun ibuk masok kalas kan ttp ngomongkn ie lakak ie ngabsen kte kan. Hahahha
Wawan : kte tunggu ie, hahahahah
.ternyata buk effi memang berbicara gitu dgn kami semua, wawan dan muddin pun tertawa mendengarnya..
Kemudian buk Effi pun mengabsen kami semua, saat di nama sidiq,, sidiq nya tidak mengangkat tangan, karena belom datang, buk effi pun bertnya kepada ester
Buk effi : ester, sidiq k mana
Ester : ndag tau buk ndag ada kabarnya....
Kemudian terdengar bunyi orang mengetuk pintu, dan di balik pintu tersebut ternyata sidiq yang baru datang, buk effi pun menyuruh sidiq utk menghampirinya di depan kelas,,
Buk effi : sidiq sidiq dari kelas x ndag pernah berubah kebiasaan mu, yang sering terlambat masuk sekolah...
Sidiq pun hanya tersenyum mendengar buk effi bicara begitu. Buk efi pun menyuruhnya duduk di tempatnya..
Buk effi : kalian kan senin ini udah ujian, ibu minta sekolahnya rajin2 ndag ush datang terlambat dan ibuk minta tolong
                buku paket yang ibu pto copy kan juga di baca di rmah,
                utk hari ini ibuk ada urusan di luar, jadi ibuk minta kalian buat kelompok yang beranggotakan 4 org
                Lalu kerjakan yang paket 4 no. 16-60... nanti di kumpolkan..
Kami pun menjawab IYA BUK.
Buk effi pun meninggalkan ruang kelas...
Kami pun mengerjakan tugas yang di berikn buk effi dan mengumpulkannya kepada KM ( ihsan)... tak lama kemudian lonceng kembali berbunyi tanda perhantian pelajaran,, dan pada saat itu adalah pelajaran agama islam, yang nonmuslim pun meninggalkan kelas, tak lama setelah itu buk menita pun datang ke kelas kami,,,,
Buk menita : ibuk kan belum mengambil nilai praktek kalian, jdi hari ini ibuk ingin mengambil nilai itu...
Oeray : tugas nye ap buk..???
Buk menita : kalian hanya perlu menghapalkan surah ad-duha dan ibuk beri waktu 15 menit utk kalian menghapalnya,,
                       Setelah itu ibuk akan kembali ke sini utk mengambil nilai praktek kalian..
Buk menita pun meninggalkan ruang kelas kami...
Kemudian nopri pun beraksi,,,, dia berbicara kepada eggi
Nopri : gi, catat kan aku suratnya....
Eggi : cobe kau ambek al-qur’an do musholla lakak ie kau apalkan.
Nopri : aku be daan tau ngaji.
Eggi pun tertawa mendengar perkataan nopri... mendengar eggi tertawa kami yang duduk di sekitar eggi pun penasaran  apa yang di tertawakan oleh eggi, kemudian miswar pun bertanya kepada eggi...
Miswar : gi, ape yang kau tawak kan..???
Eggi  : ( sambil tertawa ) nopri b daan tau ngaji mis gmane lah,,
Kami pun tertawa mendengarnya, dan muddin pun berbicara kepada nopri.
Muddin : ngakok calon ustat tpi ndag tau ngaji,, hahahahah
Nopri pun hanya terdiam dan agak gelisah karena takut tidak dapat nilai...
Sidiq : ngape kau nop, rupe susan lalu kau tok.???
Karno : aog ngape kau..??
Nopri : adoh gmane tog, aku kan daan tau ngaji, gmane aku nak ngapal surah ad-duha .
Sidiq : kau juag ngape lah kau ndag maok belajar ngaji, susahkan jadinya.dh b aku catatkan kau surahnya lakak ie kau apal ie
Nopri : aog lah, ie barog nameny kawan... itog mne b aku mintak catatkan dngn eggi ndag maok lalu dye...
Eggi pun hanya tersenyum mendengar perkataan nopri..
Tak terasa 15 menit berlalu, buk menita pun kembali masuk ke kelas...
Buk menita : gimana udah hapal surahnya..??
Dan kami pun banyak yang menjawab UDH BUK,  tpi ada juga sebagian yang menjawab BALOM
Buk menita : kita ndag ada wktu lagi buat ngambil nilai praktek ini, jdi hapal ndag hapal nilainya harus di ambil sekarang...
.nopri pun mengusap kepalanya mendengar buk menita... dan berkata pelan“adoh buk ndag bse isok2 k..???”
.wawan, muddin, eggi, muzi dan jailani berhasil menghapal surah itu, saat giliran nopri membacanya kami semua terdiam, utk mendengarkan nopri walaupun ada sebagian yang tertawa kecil. Dan tak di sangka nopri juga berhasil menyelesaikan bacaan ad-duha itu walaupun dengan bantuan buk menita...
Kumudian buk menita ke deretan sebelah ihsan. Suci, aan dkk berhasil menghapal surat itu tpi saat giliran ihsan ternyata dia tidak dapat menghapal surat itu, kemudian nopri pun kembali mengejek ihsan
Nopri : san san kau surah pendek gye pun ndag hapal ape agek surah panjang...
Suci : nop nop kau pak akal jak dibntok sidiq mun daan jak gye juag di kau....
Muddin : aog nak ngambeng juag die b..
.Ibuk menyuruh mereka diaM, kemudian ibuk berbicara kepada ihsan... “ belajar agek san ie ngajiny” ihsan pun mengangguk saja.
Kemudian buk menita menyurus asep utk membaca surat itu, ternyata asep pun langsung menjawab
Asep : saya gak bisa ngaji buk
Buk menita : ya ndag apa apa tpi kamu belajar ya sep..
Asep : iya buk...
.dan tak terasa lonceng tanda istirahat pun berbunyi... dan buk menita pun meninggalkan ruang kalas dan bilang “ semoga kalian sukses ujian nya “,, teman teman pun keluar utk ke kantin..

Lonceng tanda masuk pun berbunyi... saat itu kami pelajarn pak murdini, tpi pak murdininya belom datang..
Adet dkk pun beraksi dengan membuka mp3 di laptopnya dengan speaker yang biasa di bawanya, dan teman2 lain juga jak kalah serunya, aan dngan tidurnya,ester dgn kelompoknya sedang belajar, karno dkk dgn masalah softwarenya tpi ada satu yang menarik, saat itukan tidak ada guru, kemudian nopri pun bertanya kepada muddin
Nopri : din nak ngape nak’ang kte tog.. pak mur kan sean..????
Muddin : ngape ie nak’nag...( kelihatan sedang mikir)
Nopri : bagus kte maing gaplek jak dh..!!!!
Muddin : gapleknye ad k..?????
Nopri : bali lah....
Kemudian nopri pun menyuruh yusri untuk membeli kartu gablek di pasar,, yusri pun siap meluncur.
Yusri : duit ny mane..??
Nopri : yo ( sambil memberikan uang 5rb ke yusri ) bali 2 igek ie..!!!
Yusri : aog.
Yusri pun keluar kelas utk membeli kartu tsb, tak lama kemudian yusri pun datang dri membeli kartu tsb, dan langsung memberikan kartu tsb..
Yusri : yo kartuny..!!
Nopri : tok...
Kemudian nopri pun mengajak teman yang lain utk main bersamanya...??
Nopri : yak maing gaplek dah..
Kemudian muddin, suci, muzi, eggi, miswar, aan, sidiq dll pun mulai mendekat..
Mereka yang mendekat pun bilang “ dh b, sape takut “
Muddin : sin jantek ie... 1x sorang jak b..
Nopri : aog b...
Nopri pun bertanya kepada mereka yang ingin main,,, “
Nopri : berani k.( sambil tertawa)..
Yang main : boleh b....

Sedang asiknya main. Dgn suara yang keras membuat asep panas, dan bicara
Asep : woy, bisa diam gak kalian.( sambil menghempaskan sapu ).??? kita kan hri snin mau ujian
            aku nak belajar jadi ndag konsen..
teman* yang lain tidag memperdulikan perkataan asep. Malah mengejeknya dgn mengatakan “wuwuwuwu”
itu membuat asep semakin panas sampai* menunju meja, lalu keluar ruang kelas.dan pergi ke perpus.
.ihsan pun berusaha menenagkannya di perpus...

. tak lama kemudian  pak murdini pun datang ke ruang kelas dan melihat mereka sedang  main gaplek...
Pak mur : udh udah jadi maing gaplek kerajaan kitak tog, dah dah beranti beranti...
Mereka yang bermain pun terdiam.. dan berhenti bermain.. dgn wajah agak cemas
Pak mur : det lagunya padamkan...
Adet pun memadamkan lagunya....
Melihat aan sedang asiknya tidur pak mur dini kembali bicara
Pak mur : aan bangun, mun nak tidog bagus balik ajak.
Aan pun terkejut melihat pak mur dini dan mendengar pembicaraan nya...

Kemudian pak mur keluar kembali dan berbicara kepada wali kelas kami yaitu buk heni purnama
Pak mur : buk biag tkj ye be maing gaplek kerajaan nye di kalas ee..???
Buk heny : sape yang bawak kartu ny pak..???
Pak mur : ndag tau saye..
Kemudian buk heny pun datang ke ruang kelas dan meminta miswar utk datang di ruangannya,,
Buk heny : mis ke ruangan saye bantar..!!!
Miswar : iy buk..
Sesampainya di ruangan buk heny misar bertanya
Miswar : ade ape buk ie..??
Buk heny : ibuk nak tnyak cpe yang bawak kartu gaplek ye..??
Miswar walau pun tau, dia tidak ingin memberi tahukan nya ke buk heny, dia memilih bicara “daan tau saye buk”
Dan tak di sangka nopri pun datang menemui  buk heny, dan berbicara kepada buk heny...???
Buk heny : mau apa kamu nop.???
Nopri : saye yang bawak kartu ie buk..
Buk heny : Ngapa kamu bawa kartu ie
Nopri : di peraturan sekolah kan ndag ad tertulis “  dilarang membawa kartu gaplek di sekolah “
Buk heny : nopri nopri mun di tuliskan kalimat macam ie, kapak lah pak tazmi nulisny.
Nopri : ie k buk, tpi kan dgn maing ie kte bse belajar berhitung,,, ( senyum )
Buk heny : dh lah, payah ngomong dengan kau tog... balik ke kelas jak kau nop..!!!!
Nopri : ie lah buk
Nopri pun meninggalkan ruangan buk heny dan kembali ke kelas..
Saat suasana sedang tenang bel tanda pulang sekolah pun berbunyi...

Setelah mengemaskan buku muddin pun menghampiri nana yang ingin keluar ruang kelas...
Muddin : na, tunggu bantar....
Nana pun menghentikan langkahnya...
Muddin : kmane kalak malam..??? jalan dh..!!!!
Nana : ndag bise din, aku nak belajar utk ujian hri sanen..
Muddin : oh, ndag ap* lah. Bile bile jak...
Nana pun langsung meninggalkan muddin, ternyata di gerbang sudah menunggu hendra,,
Hendra : na jalan kalak dh..
Nana : daan bise, aku nak belajr..
Hendra : bantar jak b..
Nana : ndag bse..
Hendra : ya udh lah mun ndag bise, bile bile ajak..
Nana pun meninggalkan hendra dan langsung pulang ke tempat kost nya..

Ternyata sorenya nana mengirim sms ke hendra dan muddin yang berbunyi “ pagek aku di tempat kite nyantai biasenya”
Membaca sms itu hendra dan muddin pun bergesas pergi ke t4 yang di sms kan nana. Sesampainya di sana..
Muddin : yo, hen ngape kau sitok,,
Hendra : aku yang nak nanyak kau..????
Nana : udh. Aku yang suroh ktak b2 sitok... ad nak ku omongkan...
Muddin : ngomongkan ap..???
Nana : aku tau ktak b2 suke dgn aku, tpi aku ad syarat sebelum terimak  kitak
Hendra : ape syaratny..?
Nana : aku maok terimak salah stu dri kitak yang dapatkan nilai tinggi antre kitak b2..
Md and Hd : oke b siape takut..
.setelah mendengar itu mereka pun pulang ke rumah masing masing...
.mengingat perkataan nana tadi membuat muddin dan hendra belajar keras utk dapat nilai tinggi dan hati nya nana...

Ketika UN terakhir berlangsung, muddin tanpa sengaja  batuk sekali, dan itu terdengar oleh pengawas ujian. Dan pngawas itu pun bicara
Pengawas : ade ape..???
Muddin : ndag ape2 buk..??
Nopri : santai be buk, macam ndag suah sekolah ajak..!!!
Pengawas pun hanya terdiam mendengar perkataan nopri
Tak lama kemudian nopri kembali berulah..
Hp yang ada di sakunya tiba2 terjatuh ke lantai, dan mengbuat suatu bunyi....... prak...
Pengawas : ape yg jatuh ye..???
Nopri : kotak pensil saye tebuang buk...
Pengawas pun percaya saja dengan perkataan nopri....
Lonceng tanda berakhirnya ujian pun selesai....
Dan membuat semuanya tinggal menunggu hasil ujian tersebut...

1 bulan berselang... waktunya melihat hasil UN . dan ternyata setelah di lihat di papan pengumuman semua siswa di smk LULUS dan membuat kami semua senang,,,, dan setelah di lihat kembali muddin dan hendra memiliki nilai yang sama yaitu dgn rata2 72....
Setelah melihat itu, nana meminta mereka utk ke depan sekolah yang saat itu sedang sepi, tapi perkataan mereka di dengar oleh sidiq, dan sidiq meminta kami semua utk melihat mereka... dan kami pun setuju..
Saat wktu Di depan sekolah Nana pun bicara kpd merka
Nana : lakak aku liat nilai ktak b2 aku akan menentukan pilihan ku.....
Muddin : jadi sape yang nak kau pileh
Nana : jadi aku pilih.... untuk sorang ajak....
Hendra : maksudny...??? kau ndag pilih kameg be2 k..??
Nana : ye,
Muddin : ngape jdi gye, dolog kan kau maok pilih salah satu dari kameg,
                 Ape karne nilai kameg same jdi kau ndag maok pileh salah satu ny..( agak terbawa emosi )
Nana : bukan karne ie, aku cman ndag maok, cume gare 2 aku persahabatan anag tkj jadi hancur. Cume ie jak.
Setelah mendengar itu kami yang sedang mengintip pun keluar ( sambil menepukkan tangan )
Eggi : dh b... usah mikerkan cinte dh...
          Yang panting kite LULUS.
Muzi : batol y...?? kite hrus jage persahatan anag tkj angkatan V....
Nopri : ad yang berani janji k... kite tog kawan selamanye...????
             Mun kitak setuju ulurkan tangan kitak...( sambil mengulurkan tangannya k depan )
Pertama muddin bicara “ AKU “, di ukuti Eggi, Aan, Yusri, Sidiq, dll................

TamaT

Kesimpulan : Persahabatan lebih utama dari apa pun,
                        sabahat selalu ada saat kamu sedih, senang, dan dalam keadaan apa pun
                         Percayalah teman pacar belum tentu bisa seperti sahabat, tpi sabahat bisa lebih dari pacar...
                        Jadi jaga lah sahabat mu teman.

Ide Cerita            : Wawan wahyudi




Tips Mengobati Gelisah, Galau, Merana

09.04 0
Fenomena seperti ini sangat berbahaya apabila dibiarkan dan tidak cepat ditanggulangi dan diantisipasi, karena budaya pop “Gegana” bisa mengakibatkan siapapun berbuat semenah-menah akan dirinya dan berprilaku diluar kebiasaannya, dan melewati batas kewajaran. 


Berikut Tip dan Strategi yang bisa digunakan untuk mengobati rasa Gegana yang menyerang tubuh.

1.      Mencari Teman Ngobrol
Teman dekat merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan rasa gegena, banyak dikalangan remaja sekarang lebih menginginkan untuk berdiam diri ketika gejala gegana menyerang, padahal pada saat itulah kita perlu ten untuk memberi masukan akan rasa yang kita alami, mungkin kata-kata teman tersebut dapat membuat kita mudah bangkin dari gejala yang ada.

2.      Berolahraga
Saat gegana banyak sekali yang mengganjal di dalam pikiran, saat itulah emosi-emosi mulai bermunculan, sehingga kita perlu meluapkannya dengan hal yang positif, bisa saja dengan bermain bulutangkis, tenis meja. Carilah olahraga yang tidak melakukan kontak fisik langsung karena hal tersebut akan sangat berbahaya untuk keselamatan kita dan keselamatan orang lain.

3.      Menjauh dari hal-hal yang berhubungan dengan si Doi
Moment bersamanya akan mengingatkan kenangan kenangan manis yang pernah kita lalui. Untuk itu menjauh dari hal –hal yang disukainya akan dapat membantu kita untuk lebih cepat melupakan hal yang berhubungan dengan nya.

4.      Pergi Liburan
Pada saat pikiran sedang bimbang dan tiak menentu, bertamasya bersama teman-teman atau keluarga adalah hal yang dapat menghilangkan beban pikiran yang ada. Bersenang-senang, selfie, hingga mandi bersama adalah kegiatan yang sangat diperlukan. Tapi hindari tempat wisata yang pernah kalian datangi bersamanya. Karena hal tersebut akan memutar kembali memori yang pernah berjalan.

  
Dan Intinya pada saat gegana mulai muncul, lakukanlah kegiatan positif untuk mefefreshing pikiran dan menenangkan diri sejenak. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar penyakit tersbut cepat menghilang.
Semoga Bermanfaat Guys...
PENCURIAN FENOMENAL

PENCURIAN FENOMENAL

23.42 0
KUMAN, Malang - Masyarakat kembali digegerkan oleh sebuah kasus pencurian dikalangan anak kos-kosan. Kasus itu terjadi dilingkungan Tlogomas, khususnya daerah Simpang Batu Permata (09/04/2015),
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 05.30 wib. Menurut keterangan saksi terdapat 7 korban dalam kejadian tersebut. “Kejadian itu terjadi sekitar pukul 5 pagi, ketika saya bangun tidur saya lihat pintu rumah sudah terbuka lebar dan setelah beberapa lama kami baru sadar bahwa sepatu saya dan 6 teman saya sudah tidak berada di tempatnya untung saja masih ada sisa sepatu yang tidak diambilnya” Tutur Andre.
Pencurian ini termasuk kasus yang fenomenal karena semua korban kehilangan barang yang sama atau sejenis, yaitu "Sepatu". Warianto menambahkan, "awalnya saya tidak tahu apa-apa, ketika bangun tidur saya mendengar temen-teman ribut membicarakan sepatu mereka, pas saya cek saya juga tidak melihat 2 sepatu saya di rak sepatu untung sepatu badminton saya tidak dibawanya” Tambahnya.
Kasus seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi disekitar masyarakat Tlogomas, tapi sampai sekarang masih belum menemui titik terang terkait pelaku kasus pencurian fenomenal ini. belajar dari kasus pencurian ini diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan lebih waspada akan barang-barang yang kita punyai. (why)
INTERAKSI KARYAWAN DAN ATASAN (BOSS VS LEADER)

INTERAKSI KARYAWAN DAN ATASAN (BOSS VS LEADER)

11.59 0


Manusia sebagai makhluk sosial pastilah perlu bantuan orang disekelilingnya untuk melakukan aktivitas demi memenuhi kebutuhan hidupannya. Dalam prakteknya seseorang dibatasi oleh wewenang atau tahta yang dia miliki, sebut saja seorang pegawai biasa patutlah patuh pada atasannya ketika sedang berada dikantor. Tapi hal ini berlanjut diluar kantor, terkadang pegawai tersebut akan segan apabila terpapasan dengan atasannya walaupun kejadian itu terjadi pada saat belanja dipasar. Jadi bagaimanakah kita harus menanggulangi hal tersebut agar tidak terjadi kepada kita.?

Apabila kalian berada diposisi atasan apa yang akan dilakukan, dan apabila anda menjadi seorang bawahan, bagaimana kita harus memperlakukan atasan pada saat diluar kantor?


Hal tersebut dapat terjadi apabila seorang atasan menganggap dia adalah seorang bos yang tugasnya hanya memerintah bawahan untuk melakukan hal yang diinginkannya, dengan kata lain bawahan hanya menjadi budak pekerjanya itulah yang banyak terjadi dilingkungan sekitar kita dan akibatnya sangat merugiakan atasan tersebut karena hubungannya dengan bawahan akan menjadi rumit dan relatif tidak harmonis. Tapi apabila seorang atasan perprilaku sebagai seorang LEADER maka hal tersebut tidak akan terjadi terhadap bawahannya. Seorang LEADER lebih menilai bawahan sebagai seorang teman dalam menghasilkan ide-ide kreatif yang dapat meningkatkan produktifitas perusahaan, dan bukan menjadi boneka atau buruh kerjanya.

Jadi, sebagai seorang pemimpin sistem seperti apa yang akan kita gunakan?
Apakah menjadi seorang BOS yang dibenci karyawan atau
Menjadi seorang LEADER yang disenangi banyak orang.
RENUNGKANLAH !!!

Masalah Pendidikan di Indonesia

Masalah Pendidikan di Indonesia

12.06 0

Sebagai Masyarakat yang baik, hendaklah mempunyai keinginan untuk memajukan bangsa dan negaranya, termasuk dalam bidang pendidikan. sebagai bangsa yang mempunyai masyarakat yang lumayan padat, ada beberapa permasalah yang melanda pendidikan masyarakat indonesia dibanding negara lain.. Permasalahan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut :

1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.
Data Balitbang Depdiknas (2003) menyebutkan untuk satuan SD terdapat 146.052 lembaga yang menampung 25.918.898 siswa serta memiliki 865.258 ruang kelas. Dari seluruh ruang kelas tersebut sebanyak 364.440 atau 42,12% berkondisi baik, 299.581 atau 34,62% mengalami kerusakan ringan dan sebanyak 201.237 atau 23,26% mengalami kerusakan berat. Kalau kondisi MI diperhitungkan angka kerusakannya lebih tinggi karena kondisi MI lebih buruk daripada SD pada umumnya. Keadaan ini juga terjadi di SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK meskipun dengan persentase yang tidak sama.

2. Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Persentase guru menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2002-2003 di berbagai satuan pendidikan sbb: untuk SD yang layak mengajar hanya 21,07% (negeri) dan 28,94% (swasta), untuk SMP 54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta), untuk SMA 65,29% (negeri) dan 64,73% (swasta), serta untuk SMK yang layak mengajar 55,49% (negeri) dan 58,26% (swasta).
Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3).
Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.

3. Rendahnya Kesejahteraan Guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Berdasarkan survei FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) pada pertengahan tahun 2005, idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1,5 juta. guru bantu Rp, 460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan pendapatan seperti itu, terang saja, banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel, dan sebagainya (Republika, 13 Juli, 2005).
Dengan adanya UU Guru dan Dosen, barangkali kesejahteraan guru dan dosen (PNS) agak lumayan. Pasal 10 UU itu sudah memberikan jaminan kelayakan hidup. Di dalam pasal itu disebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan memadai, antara lain meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan profesi, dan/atau tunjangan khusus serta penghasilan lain yang berkaitan dengan tugasnya. Mereka yang diangkat pemkot/pemkab bagi daerah khusus juga berhak atas rumah dinas.
Tapi, kesenjangan kesejahteraan guru swasta dan negeri menjadi masalah lain yang muncul. Di lingkungan pendidikan swasta, masalah kesejahteraan masih sulit mencapai taraf ideal. Diberitakan Pikiran Rakyat 9 Januari 2006, sebanyak 70 persen dari 403 PTS di Jawa Barat dan Banten tidak sanggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen sesuai dengan amanat UU Guru dan Dosen (Pikiran Rakyat 9 Januari 2006).

4. Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004), siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat.
Dalam hal prestasi, 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme (UNDP) juga telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Di dalam laporan tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi ke-111 dari 177 negara. Apabila dibanding dengan negara-negara tetangga saja, posisi Indonesia berada jauh di bawahnya.
Dalam skala internasional, menurut Laporan Bank Dunia (Greaney,1992), studi IEA (Internasional Association for the Evaluation of Educational Achievement) di Asia Timur menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada peringkat terendah. Rata-rata skor tes membaca untuk siswa SD: 75,5 (Hongkong), 74,0 (Singapura), 65,1 (Thailand), 52,6 (Filipina), dan 51,7 (Indonesia).
Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.
Selain itu, hasil studi The Third International Mathematic and Science Study-Repeat-TIMSS-R, 1999 (IEA, 1999) memperlihatkan bahwa, diantara 38 negara peserta, prestasi siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk IPA, ke-34 untuk Matematika. Dalam dunia pendidikan tinggi menurut majalah Asia Week dari 77 universitas yang disurvai di asia pasifik ternyata 4 universitas terbaik di Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke-61, ke-68, ke-73 dan ke-75.

5. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4% (28,3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54, 8% (9,4 juta siswa). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.

6. Rendahnya Relevansi Pendidikan Dengan Kebutuhan
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25,47%, Diploma/S0 sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6%, sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999, setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.

7. Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.
Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.
Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha.
Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang selalu berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”. Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.
Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).
Dari APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.
Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.
Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda Kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), Pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga perguruan tinggi.
Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Prancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.
Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk ‘cuci tangan’.

D. Solusi dari Permasalahan-permasalahan Pendidikan di Indonesia
Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yaitu:
Pertama, solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan.
Maka, solusi untuk masalah-masalah yang ada, khususnya yang menyangkut perihal pembiayaan –seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan– berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara.
Kedua, solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.
Maka, solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.


Kesimpulan
Kualitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas, efisiensi, dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. Masalah-masalah lainya yang menjadi penyebabnya yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,
(7). Mahalnya biaya pendidikan.
Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan, dan meningkatkan kualitas guru serta prestasi siswa.

Saran
Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.
Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.